Memahami Pajak Penghasilan

Memahami Pajak Penghasilan
Memahami Pajak Penghasilan


Memahami pajak sejatinya tak serumit yang dibayangkan karena belajar pajak bisa dengan cara yang mudah. Untuk mempelajari tentang PPh, pahami terlebih dahulu pengertian pajak penghasilan itu sendiri.

 

Pajak terbagi jadi beberapa jenis, salah satunya adalah pajak penghasilan. Mari kita Memahami Pajak Penghasilan dan beragam jenisnya melalui artikel ini. Tengok juga artikel lain dari Lima Pilar Media ya!

 

Definisi Pajak

 

Sebelum membahas pengertian pajak penghasilan, sebaiknya pahami dulu apa yang dimaksud dengan pajak. Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 pajak didefinisikan sebagai iuran atau kontribusi terutang yang wajib dibayarkan oleh wajib pajak dan bersifat memaksa.

 

Maka demikian, pembayaran pajak memiliki banyak fungsi, yakni:

 

Fungsi anggaran

 

Pajak sebagai fungsi anggaran berarti pajak dapat dijadikan sebagai sumber anggaran negara yang nantinya diimbangi dengan pengeluaran negara.

 

Fungsi regulasi

 

Pajak yang merupakan fungsi regulasi mengindikasikan bahwa pajak berperan sebagai instrumen untuk mengatur sektor sosial dan ekonomi.

 

Fungsi distribusi

 

Sementara itu, pajak sebagai fungsi distribusi berarti pajak digunakan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

 

Fungsi stabilisasi

 

Sedangkan pajak sebagai fungsi stabilisasi menunjukkan bahwa pajak berguna dalam mencapai stabilitas ekonomi yang mengarah pada peningkatan pendapatan negara.

 

Mengenail pajak, pada dasarnya di Indonesia terdapat lima jenis pajak, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Masuk (BM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Penghasilan (PPh) yang akan dibahas kali ini.

 

Pengertian Pajak Penghasilan

 

Pajak Penghasilan atau biasa disebut PPh adalah jenis pajak yang dikenakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) atau WP Badan atas penghasilan yang diterima dalam suatu masa maupun tahun pajak.

 

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, yang menyebutkan:

 

Objek pajak atau penghasilan yang dimaksud merupakan setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh Wajib Pajak, baik berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dipakai untuk konsumsi atau menambahkan kekayaan Wajib Pajak terkait, meliputi keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, royalti, dividen dan lain sebagainya.”

 

Jenis-Jenis Pajak Penghasilan

 

Di Indonesia terdapat beberapa jenis pajak penghasilan yang harus dibayarkan, di antaranya adalah:

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 21

 

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) didefinisikan sebagai pungutan yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lainnya dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diperoleh dari pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang diterima oleh wajib pajak dan dibayarkan setiap bulannya.

 

Dengan kata lain, warga negara yang sudah memiliki penghasilan diwajibkan untuk membayar pajak penghasilan pasal 21.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 22

 

Pajak Penghasilan Pasal 22 adalah pungutan yang dikenakan terhadap Badan Usaha Tertentu (BUT), baik milik pemerintah maupun swasta. Biasanya badan usaha ini mengoperasikan perdagangan ekspor, impor, dan re-impor.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 23

 

Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh 23) adalah pungutan yang dikenakan terhadap penghasilan wajib pajak atas transaksi terkait dividen, modal, hadiah penghargaan, penyerahan jasa, royalti, bunga, sewa dan lain sebagainya, di luar yang dipotong PPh 21.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 25

 

Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh 25) diartikan sebagai pembayaran berupa angsuran pajak yang berasal dari jumlah pajak penghasilan terutang menurut SPT Tahunan PPh dikurangi PPh yang dipotong serta PPh yang dibayar/terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 26

 

Pajak Penghasilan Pasal 26 (PPh 26) adalah pungutan yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh wajib pajak luar negeri namun bersumber dari dalam negeri (Indonesia), selain bentuk usaha tetap.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 29

 

Pajak Penghasilan Pasal 29 (PPh 29) merupakan pajak yang dikenakan terhadap wajib pajak pribadi maupun badan atas PPh terutang dalam setahun yang jumlahnya lebih besar daripada jumlah kredit pajak yang telah dipotong dan disetor sendiri.

 

  • Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat (2)

 

Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) merupakan pungutan atas penghasilan bersifat final serta tidak bisa dikreditkan dengan pajak penghasilan terutang, seperti bunga deposito atau tabungan, bunga simpanan yang dibayarkan koperasi, hadiah undian, transaksi saham, bunga obligasi dan surat utang negara sesuai peraturan yang berlaku.

 

Mengurus Pajak Penghasilan dengan Limar Pilar Media

 

Akan ada banyak kasus dimana orang-orang akan kesulitan dalam pengurusan pajak, bahkan setelah mempelajari ilmu-ilmu yang ada. Tapi karena itulah Lima Pilar Media ada disini. Kami memiliki kru yang sudah berpengalaman dalam perpajakan selama bertahun-tahun, yang perlu Anda lakukan hanyalah hubungi kami dan tinggal terima beres.